Mahasiswa Sastra Arab UNS Ciptakan Cara Baru Memahami Al-Qur’an Melalui Cerita dan Ilustrasi Anak

SURAKARTA, SASTRA ARAB – Tim mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mengembangkan inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang lebih ramah dan mudah dipahami oleh anak-anak melalui media cerita dan ilustrasi. Inovasi tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Jarpak (Pembelajaran Berdampak) yang diselenggarakan secara internal oleh Universitas Sebelas Maret dengan periode pelaksanaan Februari hingga Juli 2026.

Tim yang terdiri atas Fahlevi Bobby, Ummu, Pasya, Aulyansah, Hasna, Fara, Naufal, Wannia, dan Fathur mengusulkan kegiatan berbasis riset berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Cerita Ilustrasi Guna Meningkatkan Pemahaman Agama pada Anak.” Tim dibimbing oleh Abdul Malik, S.S., M.Hum., dosen Sastra Arab UNS.

Melalui program ini, para mahasiswa tadi berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam memahami Al-Qur’an. Selama ini, pembelajaran Al-Qur’an pada anak sering berfokus pada aspek membaca dan menghafal. Tim mahasiswa Sastra Arab UNS mencoba melengkapinya dengan menghadirkan cerita sederhana dan ilustrasi menarik yang membantu anak memahami pesan-pesan Al-Qur’an secara lebih kontekstual dan menyenangkan.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar Al-Qur’an yang tidak hanya membuat anak mampu membaca ayat, tetapi juga memahami nilai dan pesan yang terkandung di dalamnya,” ujar Fahlevi selaku ketua tim.

Kegiatan penelitian ini menghasilkan beberapa luaran utama. Pertama, penyusunan artikel ilmiah yang berisi nilai-nilai dalam Al-Qur’an yang dapat diimplementasikan menjadi bahan pengembangan media pembelajaran tersebut. Kedua, pembuatan produk buku pembelajaran berbasis cerita ilustrasi yang akan didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)-nya sebagai bentuk perlindungan terhadap karya inovatif yang dihasilkan. Ketiga, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pengajaran langsung kepada siswa sekolah dasar.

Sebagai mitra pengabdian, Fahlevi dan teman-temannya menggandeng SDN Palur 02 untuk mengimplementasikan media pembelajaran yang telah dikembangkan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami kandungan Al-Qur’an dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak, sehingga proses pembelajaran agama menjadi lebih interaktif dan bermakna.

Program ini menghaasilkan mahasiswa yang berkontribusi serta menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak bagi masyarakat melalui integrasi riset, pengembangan media pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, tim mahasiswa Sastra Arab UNS berharap dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan agama sekaligus menghadirkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak masa kini. [UU]

Bagikan:

Berita Terkait

Berita
arab-new

Hadirkan Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab, Riset Grup Bahasa dan Sastra Arab UNS Gelar Workshop Podcast Maharah Kalam

Karanganyar, 18 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Riset Grup Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Workshop Podcast: Inovasi Praktik Maharah Kalam Interaktif bagi Santriwati Gen-Z Pondok Pesantren Putri Darul Arqom Karanganyar” pada Sabtu, 18 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB

Read More »
Pengabdian
arab-new

Pengabdian Grup Riset Kebudayaan Timur Tengah: Membekali Guru Menjawab Krisis Perhatian Anak lewat Sastra

SUKOHARJO, SASTRA ARAB — Layar proyektor di sebuah ruangan sederhana di Jalan Srikoyo, Kemasan, Ngadirejo, Kartasura, menyalakan satu pertanyaan yang menggugat kegelisahan banyak orangtua dan guru hari ini: bagaimana mendidik anak di tengah gempuran video pendek yang mengikis rentang perhatian, sementara kasus perundungan (bullying) di sekolah terus berulang muncul di

Read More »
blog
arab-new

Bermula dari Benci, Cerita Afif tentang Cintanya pada Bahasa Arab

Bagi sebagian mahasiswa, memilih jurusan bahasa asing adalah sebagai pilihan terakhir atau sebagai pelarian. Tak sedikit dari mereka yang mengaku lebih baik kuliah daripada tidak samasekali. Namun berbeda dengan Muhammad Fikri Al-Afif. Pria yang akrab disapa dengan Afif ini memilih Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret

Read More »