Mahasiswi Sastra Arab UNS Raih Best Talent Duta Wisata Sukoharjo 2026

Annisa Niswatin Hasanah, mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret angkatan 2025, menorehkan prestasi membanggakan di pentas budaya daerah. Ia menyabet gelar Juara Best Talent dalam ajang Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Sukoharjo 2026.

SUKOHARJO, SASTRA ARAB — Di bawah sorot lampu panggung Taman Budaya Suryani, Sabtu (23/5/2026) malam, nama Annisa Niswatin Hasanah disebut sebagai peraih gelar bergengsi Best Talent dalam Malam Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Sukoharjo 2026. Sorak-sorai membahana. Mahasiswi Prodi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) itu melangkah ke tengah panggung mewakili Kecamatan Baki.

Prestasi itu bukan sekadar kemenangan personal. Bagi Program Studi Sastra Arab, nama Niswah, sapaan akrab Annisa, menjadi bukti bahwa ruang ekspresi mahasiswa tidak hanya berada di bangku kuliah. Mahasiswa angkatan 2025 itu membuktikan bahwa kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap potensi daerah bisa bertumbuh bersamaan dengan keilmuan bahasa dan sastra.

Kompetisi Berlapis Seleksi

Ajang Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2026 digelar oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sukoharjo pada 14—23 Mei 2026. Selama sepuluh hari, para finalis menjalani serangkaian tahapan penilaian, mulai dari wawasan kebudayaan dan pariwisata lokal, penampilan bakat, hingga kemampuan berkomunikasi di hadapan publik.

Grand final berlangsung meriah di Taman Budaya Suryani dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo, paguyuban duta wisata, serta keluarga para finalis. Malam itu, Niswah tampil sebagai yang terbaik dalam kategori bakat, sebuah kategori yang menuntut orisinalitas dan daya pikat di atas panggung.

Duta, Bukan Sekadar Seremonial

Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar ritual tahunan. Dalam sambutannya, Etik menyebut Mas dan Mbak Sukoharjo sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Para duta wisata, kata dia, diharapkan menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan beragam potensi daerah, mulai dari produk unggulan hingga destinasi wisata di Kabupaten Jamu.

“Pemilihan Mas dan Mbak Sukoharjo merupakan agenda yang digelar setiap tahun. Saya berpesan jangan hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar mampu berkontribusi dalam mengangkat potensi pariwisata Sukoharjo,” ujar Etik sebagaimana dikutip dari Solopos.

Pesan itu agaknya sejalan dengan motivasi Niswah. Bagi mahasiswi angkatan 2025 itu, kompetisi ini adalah panggung pertama yang lebih besar dan ia sadar tanggung jawab yang menyertainya.

“Langkah Awal untuk Terus Berkembang”

Usai menerima penghargaan, Niswah menyampaikan rasa syukur kepada civitas akademika program studinya. Ia mengaku pencapaian ini bukan titik akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang.

“Terima kasih atas dukungan dan doa dari Prodi. Semoga pencapaian ini bisa menjadi langkah awal bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan membawa nama baik prodi maupun kampus,” ujarnya.

Kabar kemenangan Niswah disambut hangat oleh Ketua Program Studi Sastra Arab UNS, Reza Sukma Nugraha. Ia menyebut pencapaian mahasiswanya itu sebagai bagian dari portofolio akademik yang memiliki nilai jangka panjang.

“Bangga kepada Mbak Niswah. Semoga mendapat pengalaman dan pembelajaran dari ajang ini. Tentu bisa menjadi portofolio yang baik juga ke depannya. Semangat terus berprestasi,” kata Reza.

Bagi Program Studi Sastra Arab, kehadiran mahasiswanya di kompetisi duta wisata daerah menunjukkan satu hal yang kerap luput dari perhatian: studi humaniora tidak hanya membekali mahasiswa dengan kedalaman keilmuan, tetapi juga dengan kecakapan komunikasi lintas bidang yang sangat relevan di era ini.

Niswah, dengan latar belakang kajian bahasa dan sastra Arab, membuktikan bahwa kepekaan terhadap budaya, baik lokal maupun antarbangsa, adalah modal yang berharga, bahkan di atas panggung pariwisata Sukoharjo sekalipun. [adm]

Bagikan:

Berita Terkait

blog
arab-new

Bermula dari Benci, Cerita Afif tentang Cintanya pada Bahasa Arab

Bagi sebagian mahasiswa, memilih jurusan bahasa asing adalah sebagai pilihan terakhir atau sebagai pelarian. Tak sedikit dari mereka yang mengaku lebih baik kuliah daripada tidak samasekali. Namun berbeda dengan Muhammad Fikri Al-Afif. Pria yang akrab disapa dengan Afif ini memilih Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret

Read More »
Berita
arab-new

Dorong Prestasi Akademik dan Kompetensi Global Siswa, Tim Jarpak Sastra Arab Gelar Seminar Kebahasaan

SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS–Mahasiswa Program Pembelajaran Berdampak (Jarpak) Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Angkatan 2023 menyelenggarakan seminar bertajuk “Optimalisasi Bahasa Arab sebagai Media Peningkatan Prestasi Akademik dan Kompetensi Global” di Aula MAN PK 1 Surakarta, Ahad (7/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Yusuf Haikal, S.S., M.Hum., alumni Program

Read More »
Berita
arab-new

Mahasiswa Sastra Arab UNS Ciptakan Cara Baru Memahami Al-Qur’an Melalui Cerita dan Ilustrasi Anak

SURAKARTA, SASTRA ARAB – Tim mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mengembangkan inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang lebih ramah dan mudah dipahami oleh anak-anak melalui media cerita dan ilustrasi. Inovasi tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Jarpak (Pembelajaran Berdampak) yang diselenggarakan secara internal oleh Universitas Sebelas Maret

Read More »