
SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS–Mahasiswa Program Pembelajaran Berdampak (Jarpak) Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Angkatan 2023 menyelenggarakan seminar bertajuk “Optimalisasi Bahasa Arab sebagai Media Peningkatan Prestasi Akademik dan Kompetensi Global” di Aula MAN PK 1 Surakarta, Ahad (7/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Yusuf Haikal, S.S., M.Hum., alumni Program Studi Sastra Arab angkatan 2015 yang sedang menempuh studi S-3. sebagai pemateri dan diikuti oleh 59 peserta yang terdiri atas 18 santri, 38 santriwati, serta 3 ustadzah dari MAN PK 1 Surakarta.
Pelaksanaan seminar ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian mahasiswa Jarpak Sastra Arab yang dibimbing Dr. Afnan Arummi, M.A. mengenai fenomena campur kode bahasa Arab–Indonesia di lingkungan pendidikan. Penelitian tersebut dilakukan di dua lembaga, yaitu MAN PK 1 Surakarta dan Pondok Pesantren Imam Bukhari Surakarta. Melalui penelitian tersebut, mahasiswa menemukan bahwa penggunaan campur kode bahasa Arab menjadi fenomena yang cukup umum dalam komunikasi sehari-hari para siswa dan santri.
Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya bahasa Arab, tidak hanya sebagai bahasa agama, tetapi juga sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, prestasi akademik, dan kompetensi global. Hasil penelitian yang telah dilakukan kemudian dijadikan dasar untuk merancang kegiatan pengabdian berupa seminar edukatif yang dapat memberikan manfaat langsung kepada peserta.
Dalam materinya, Yusuf Haikal, S.S., M.Hum. menjelaskan bahwa bahasa Arab memiliki peran besar dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Ia memaparkan bahwa bahasa Arab pernah menjadi bahasa utama dalam penyebaran sains dan peradaban, sekaligus menjadi jembatan transfer ilmu dari berbagai bangsa kepada dunia modern. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Arab perlu dipandang sebagai investasi intelektual yang dapat membuka akses terhadap sumber-sumber ilmu pengetahuan yang lebih luas.
Selain itu, peserta diajak untuk mengubah paradigma tentang pembelajaran bahasa Arab. Menurut pemateri, bahasa Arab tidak seharusnya hanya dipahami sebagai kumpulan aturan nahwu dan sharaf yang harus dihafal, melainkan sebagai alat yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif. Penguasaan bahasa Arab juga dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan pendidikan dan persaingan global di masa depan.
Pada sesi berikutnya, pemateri memperkenalkan berbagai peluang yang dapat diraih melalui kemampuan berbahasa Arab, mulai dari kompetisi tingkat nasional, kesempatan melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama, hingga prospek karier di bidang diplomasi, pendidikan, penerjemahan, pemerintahan, dan sektor profesional lainnya. Materi tersebut disambut antusias oleh peserta yang aktif mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi berlangsung.
Kegiatan seminar ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, tim mahasiswa, serta seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil penelitian mahasiswa tidak berhenti pada ranah akademik semata, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan. Seminar ini juga menjadi langkah awal untuk menumbuhkan motivasi peserta dalam mengembangkan kemampuan bahasa Arab sebagai bekal meraih prestasi akademik dan menghadapi tantangan global di masa mendatang. [MAB]










