Jadi Tenaga Ahli, Lulusan Sastra Arab UNS Gawangi Media Center Kementerian ATR/BPN

Latar belakang pendidikan bukan penghalang untuk berkarier di bidang kehumasan pemerintah. Hal ini dibuktikan oleh Dedy Darmawan Nasution, alumnus Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2012 yang kini menjabat sebagai Konsultan Perorangan Media Center di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Sebelum bergabung dengan ATR/BPN, Dedy mengawali kariernya sebagai reporter ekonomi di Harian Republika selama lima tahun. “Saya banyak menangani isu-isu ekonomi, termasuk pernah meliput terkait pertanahan dan tata ruang,” kenangnya.

Awal 2024, ia mengikuti seleksi Konsultan Perorangan Media Center ATR/BPN. “Dari delapan kandidat, saya beruntung bisa lolos seleksi,” ujar pria yang kini berdomisili di Bogor ini. Posisi ini, yang sebelumnya dikenal sebagai Tenaga Ahli, merupakan jalur rekrutmen mandiri untuk profesional tanpa melalui proses CPNS.

Menariknya, ilmu yang ia dapat di Sastra Arab ternyata sangat mendukung pekerjaannya. “Mata kuliah seperti Jurnalistik, Kebudayaan Timur Tengah, Etika Diplomasi, hingga Kajian Lintas Budaya memberikan wawasan yang bisa diaplikasikan dalam dunia kehumasan,” jelasnya.

“Saya ingin menegaskan bahwa lulusan Sastra juga bisa berkarier di berbagai bidang,” ujarnya saat berbagi pengalaman.

Tantangan dan Adaptasi

Sebagai Konsultan Media Center, Dedy bertanggung jawab menjaga relasi dengan para jurnalis dan menangani krisis komunikasi. “Sangat menantang dan memberikan banyak pelajaran baru. Dulu saya yang dilayani humas, sekarang saya yang melayani wartawan,” ujarnya.

Beralih dari swasta ke instansi pemerintah juga membawa tantangan tersendiri. “Dengan iklim dan budaya kerja yang berbeda, kita dituntut untuk cepat beradaptasi dan mampu mengimbangi situasi sosial,” tambahnya.

Kepada mahasiswa Sastra Arab, Dedy memberikan empat kunci sukses. “Pertama, kuasai bahasa asing sebaik mungkin. Kedua, petik intisari dari setiap pelajaran. Ketiga, aktif berorganisasi dan belajar memimpin. Keempat, rajin menulis dan ikuti lomba,” pesannya.

“Apapun yang kita pelajari di bangku kuliah bisa menjadi bekal berharga saat terjun ke dunia kerja,” tutup Dedy, membuktikan bahwa pendidikan sastra bisa menjadi fondasi untuk berbagai pilihan karier. [adm]

Bagikan:

Berita Terkait

Berita
arab-new

Dialog dengan Menteri Abdul Mu’ti, Mahasiswa Sastra Arab UNS Asal Nigeria Bertekad Dirikan Muhammadiyah di Afrika

SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS — Usai Pengajian Hari Bermuhammadiyah yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta, Ahad (31/5/2026), Aminu Khidir mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Pertemuan singkat itu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi mahasiswa Program

Read More »
Berita
arab-new

Mahasiswi Sastra Arab UNS Raih Best Talent Duta Wisata Sukoharjo 2026

Annisa Niswatin Hasanah, mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret angkatan 2025, menorehkan prestasi membanggakan di pentas budaya daerah. Ia menyabet gelar Juara Best Talent dalam ajang Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Sukoharjo 2026. SUKOHARJO, SASTRA ARAB — Di bawah sorot lampu panggung Taman Budaya Suryani, Sabtu

Read More »
Berita
arab-new

Kenalkan Seni Huruf Arab, Prodi Sastra Arab Bersama HMP Qis’ar Adakan Lokakarya Kaligrafi

SURAKARTA, SASTRA ARAB — Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Arab (HMP QIS’AR) menyelenggarakan Workshop Kaligrafi bertema “Menghidupkan Sunyi melalui Goresan Kaligrafi” di Ruang 301 Gedung 1 Fakultas Ilmu Budaya UNS, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan kaligrafer muda Muhammad

Read More »