Jadi Penelaah Kebijakan Kantor Bahasa Gorontalo, Alumni Sastra Arab UNS Kelola KBBI

Kepercayaan diri dan kemauan keluar dari zona nyaman membawa Ulfah Nurul Amanah meniti karier di Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo. Alumni Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) ini kini menjabat sebagai Penelaah Teknis Kebijakan yang bertugas menjadi editor Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Setelah tiga kali gagal tes CPNS, saya menyadari harus keluar dari zona nyaman,” kenang alumnus angkatan 2013 ini. Ia mengubah strategi belajarnya dengan fokus pada materi yang tidak dikuasai, seperti matematika dan sejarah.

Usahanya berbuah manis saat mendaftar sebagai Analis Kata dan Istilah. “Saya mendapat nilai tertinggi di SKD dan akhirnya lulus SKB setelah mempelajari program kementerian serta tugas dan fungsi Badan Bahasa,” jelasnya.

Di Kantor Bahasa Gorontalo, Ulfah masuk dalam Kelompok Kegiatan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan. “Selain menjadi editor KBBI, saya juga menyusun kamus bahasa daerah dan menginventarisasi kosakata unik bahasa Gorontalo,” tuturnya.

Meski awalnya merasa kesulitan karena lebih banyak bersinggungan dengan kaidah bahasa Indonesia dan bahasa daerah, Ulfah terus belajar dan beradaptasi. “Ilmu linguistik umum, morfologi, dan semantik yang saya dapat di Sastra Arab sangat membantu,” ungkapnya.

Memilih Tantangan Baru

Keputusan Ulfah memilih Gorontalo bukan tanpa pertimbangan. “Saya ingin menjelajahi pengalaman baru dari segi adat, budaya, dan bahasa. Selain itu, lokasinya yang jauh dari Jawa sering dipandang sebelah mata, sehingga meningkatkan peluang saya,” jelasnya.

Di luar tugas perkamusan, Ulfah juga dipercaya menjadi penguji bahasa Arab dalam pemilihan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo. “Ketika ada peserta yang ingin menunjukkan kemampuan bahasa Arab, tim panitia mempercayakan tes tersebut kepada saya,” tambahnya.

Kepada mahasiswa yang tertarik bekerja di Badan Bahasa, Ulfah menekankan pentingnya keterampilan sosial. “Harus banyak berlatih bersosialisasi, berbicara di depan publik, mendalami bidang bahasa sesuai minat, dan meningkatkan kemampuan bahasa asing,” pesannya.

Cerita Ulfah membuktikan bahwa latar belakang Sastra Arab bisa menjadi modal berharga untuk berkarier di bidang bahasa, bahkan hingga ke luar Pulau Jawa. [adm]

Bagikan:

Berita Terkait

Alumni
arab-new

Menakar Jalan Setelah Lulus: Dua Alumni, Dua Jalur Karier

Surakarta, SASTRA ARAB – Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pagi ini, Senin (14/9/2026), disiapkan untuk menampung satu kegelisahan yang nyaris selalu muncul di semester-semester akhir: mau ke mana setelah lulus? Pertanyaan itu sederhana untuk diucapkan, tetapi jarang punya jawaban tunggal, apalagi bagi mahasiswa program studi bahasa dan sastra, yang

Read More »
Berita
arab-new

Hadirkan Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab, Riset Grup Bahasa dan Sastra Arab UNS Gelar Workshop Podcast Maharah Kalam

Karanganyar, 18 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Riset Grup Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Workshop Podcast: Inovasi Praktik Maharah Kalam Interaktif bagi Santriwati Gen-Z Pondok Pesantren Putri Darul Arqom Karanganyar” pada Sabtu, 18 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB

Read More »
Pengabdian
arab-new

Pengabdian Grup Riset Kebudayaan Timur Tengah: Membekali Guru Menjawab Krisis Perhatian Anak lewat Sastra

SUKOHARJO, SASTRA ARAB — Layar proyektor di sebuah ruangan sederhana di Jalan Srikoyo, Kemasan, Ngadirejo, Kartasura, menyalakan satu pertanyaan yang menggugat kegelisahan banyak orangtua dan guru hari ini: bagaimana mendidik anak di tengah gempuran video pendek yang mengikis rentang perhatian, sementara kasus perundungan (bullying) di sekolah terus berulang muncul di

Read More »