Berbekal Bahasa Arab Fushah dan Amiyah, Alumni Sastra Arab Bagikan Serunya Jadi Pemandu Umrah

Di balik kelancaran perjalanan ibadah umrah jemaah Indonesia, ada sosok pemandu yang berperan penting memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Dita Kafaabillah adalah salah satu dari mereka, alumni Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) yang kini berprofesi sebagai pemandu umrah.

Selain menjadi dosen, laki-laki asal Sukoharjo ini mengaku senang menjalani profesinya sebagai seorang tour leader, menjembatani jemaah Indonesia dengan tanah suci. “Ini pekerjaan yang sangat menyenangkan karena bisa membantu jemaah dalam melaksanakan ibadah,” ungkap alumni angkatan 2011 ini.

Namun, di balik kesan menyenangkan itu, tersimpan tantangan yang tidak ringan. “Seorang pemandu umrah harus bisa responsif dalam melayani keluh kesah jemaah dan dituntut memiliki wawasan yang luas mengenai seluk-beluk destinasi-destinasi di kota-kota tujuan,” jelas Dita.

Perjalanan Dita menjadi pemandu umrah bermula dari sebuah lowongan pekerjaan yang ia lamar. Setelah melewati beberapa tahap seleksi yang ketat, ia pun diterima. Berbekal ilmu dari Program Studi Sastra Arab UNS, ia merasa mendapat bekal yang cukup untuk mengemban tugas ini.

“Profesi ini sangat berhubungan dengan Sastra Arab, karena seorang pemandu umrah dituntut memiliki kemampuan bahasa Arab baik fushah (baku) maupun amiyah (dialek sehari-hari). Selain itu, kami juga perlu memiliki wawasan luas mengenai budaya Arab dan sejarah-sejarah suatu kawasan,” terangnya.

Dita mengungkapkan bahwa mata kuliah seperti fonologi, morfologi, sintaksis, dialektologi, dan sejarah kebudayaan/pemikiran Arab sangat menunjang pekerjaannya saat ini. Ilmu-ilmu tersebut menjadi modal berharga ketika ia harus menjelaskan sejarah tempat-tempat bersejarah di Makkah dan Madinah kepada jemaah.

Pengalaman Tak Terlupakan

Selama menjalani profesi ini, Dita memiliki segudang pengalaman berharga. Salah satunya ketika ia harus menghadapi situasi sulit saat hotel jemaah berpindah-pindah.

“Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika mendapat tantangan meng-handle jemaah dan menenangkan mereka saat hotel tempat menginap berpindah-pindah. Saat itu, saya harus berpikir ekstra untuk melobi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar masalah cepat teratasi,” kenangnya.

Sebagai pemandu yang sering berinteraksi dengan penduduk lokal Arab Saudi, Dita mengamati bahwa orang Saudi memiliki persepsi yang baik terhadap orang Indonesia. “Mereka senang dengan turis Indonesia karena suka berbelanja. Bahkan, banyak pedagang di sana yang bisa berbahasa Indonesia,” ujarnya.

Prestasi dan Hobi

Di luar aktivitasnya sebagai pemandu umrah, laki-laki yang berdomisili di Sukoharjo ini memiliki hobi traveling. Hobi ini tentu saja sangat mendukung profesinya yang mengharuskan ia sering bepergian.

Semasa kuliah, Dita memiliki segudang prestasi. Ia pernah meraih Juara I Murattal Hifdzil Qur’an (MHQ) Juz ‘Amma yang diselenggarakan Masjid Agung Surakarta pada 2013. Selain itu, ia juga menerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik UNS pada 2014 dan Pendanaan Penelitian DIKTI Program Kreativitas Mahasiswa – Penelitian (PKM-P) Bidang Sosial Humaniora pada tahun yang sama.

Saran untuk Calon Pemandu Umrah

Bagi mahasiswa yang berminat mengikuti jejaknya sebagai pemandu umrah, Dita memiliki beberapa saran penting. “Mulai persiapkan kemampuan bahasa Arab fushah dan amiyah, terutama bahasa lisan. Siapkan juga wawasan tambahan mengenai sejarah destinasi-destinasi penting,” pesannya.

Dita juga menekankan bahwa memiliki wawasan di bidang umrah dan haji merupakan nilai plus yang akan sangat membantu dalam profesi ini. “Pengetahuan tentang ritual ibadah dan seluk-beluknya akan membuat calon pemandu lebih percaya diri dalam menjalankan tugas,” tutupnya.

Kisah Dita membuktikan bahwa keterampilan praktis bahasa Arab dapat diterapkan dalam profesi yang bermanfaat dan menantang seperti pemandu umrah. Melalui profesinya, ia tidak hanya menerjemahkan bahasa, tetapi juga menjembatani budaya dan memastikan perjalanan spiritual jemaah Indonesia berlangsung dengan khusyuk dan lancar. [adm]

Bagikan:

Berita Terkait

blog
arab-new

Bermula dari Benci, Cerita Afif tentang Cintanya pada Bahasa Arab

Bagi sebagian mahasiswa, memilih jurusan bahasa asing adalah sebagai pilihan terakhir atau sebagai pelarian. Tak sedikit dari mereka yang mengaku lebih baik kuliah daripada tidak samasekali. Namun berbeda dengan Muhammad Fikri Al-Afif. Pria yang akrab disapa dengan Afif ini memilih Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret

Read More »
Berita
arab-new

Dorong Prestasi Akademik dan Kompetensi Global Siswa, Tim Jarpak Sastra Arab Gelar Seminar Kebahasaan

SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS–Mahasiswa Program Pembelajaran Berdampak (Jarpak) Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) Angkatan 2023 menyelenggarakan seminar bertajuk “Optimalisasi Bahasa Arab sebagai Media Peningkatan Prestasi Akademik dan Kompetensi Global” di Aula MAN PK 1 Surakarta, Ahad (7/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Yusuf Haikal, S.S., M.Hum., alumni Program

Read More »
Berita
arab-new

Mahasiswa Sastra Arab UNS Ciptakan Cara Baru Memahami Al-Qur’an Melalui Cerita dan Ilustrasi Anak

SURAKARTA, SASTRA ARAB – Tim mahasiswa Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mengembangkan inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang lebih ramah dan mudah dipahami oleh anak-anak melalui media cerita dan ilustrasi. Inovasi tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Jarpak (Pembelajaran Berdampak) yang diselenggarakan secara internal oleh Universitas Sebelas Maret

Read More »