Menakar Jalan Setelah Toga: Dua Alumni, Dua Jalur Karier

Surakarta, SASTRA ARAB – Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pagi ini, Senin (14/9/2026), disiapkan untuk menampung satu kegelisahan yang nyaris selalu muncul di semester-semester akhir: mau ke mana setelah lulus? Pertanyaan itu sederhana untuk diucapkan, tetapi jarang punya jawaban tunggal—apalagi bagi mahasiswa program studi bahasa dan sastra, yang jalur kariernya kerap dianggap tidak selinear jurusan-jurusan berbasis profesi.

Menjawab kegelisahan itu, Program Studi Sastra Arab menggelar Sastra Arab Career & Alumni Talk 2026 bertajuk “Merancang Masa Depan, Menyiapkan Langkah Setelah Lulus”, berlangsung pukul 09.30–12.30 WIB. Forum ini bukan sekadar seremoni penutup masa kuliah, melainkan dirancang sebagai ruang tukar pengalaman antara mahasiswa tingkat akhir dan alumni yang telah lebih dulu menempuh jalan tersebut—dengan hasil yang, menurut catatan panitia, terbukti dapat dipertanggungjawabkan.

Dari Mimbar Akademik ke Meja Usaha

Pembicara pertama, Yusuf Haikal, S.S., M.Hum., menghadirkan rute karier yang menggabungkan dua dunia yang sering dianggap berseberangan: akademik dan wirausaha. Saat ini menempuh pendidikan doktoral di Universitas Gadjah Mada sebagai penerima beasiswa LPDP RI, Yusuf juga berprofesi sebagai dosen sekaligus pemilik usaha Surakartea. Kombinasi ini menempatkannya sebagai narasumber yang relevan untuk membahas tiga hal sekaligus: seluk-beluk dunia pascasarjana, strategi menembus seleksi Beasiswa LPDP yang kian ketat setiap tahunnya, serta cara menjaga keseimbangan antara mengejar gelar akademik dan membangun bisnis dari nol.

Topik soal LPDP sendiri bukan perkara ringan. Beasiswa yang dikelola Kementerian Keuangan itu dikenal memiliki tingkat kompetisi tinggi, dengan proses seleksi berlapis mulai dari administrasi, tes berbasis komputer, hingga wawancara substansi dan kebangsaan. Bagi mahasiswa yang berencana melanjutkan studi tanpa membebani orang tua, sesi ini berpotensi menjadi salah satu bagian paling dinanti dalam forum.

Menyingkap Profesi yang Jarang Disorot

Pembicara kedua, Fatkhur Rohmatin, S.S., M.Sos., membawa perspektif yang berbeda namun sama pentingnya. Berprofesi sebagai pustakawan di Perpustakaan Nasional RI dan berlatar filologi, Fatkhur juga tengah menempuh studi doktoral di UGM sebagai awardee Beasiswa DBR dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia akan mengangkat dunia kepustakawanan dan filologi—dua bidang yang selama ini kurang mendapat sorotan, padahal menjadi muara alami bagi lulusan sastra yang menekuni naskah, arsip, dan literasi budaya.

Selain itu, Fatkhur turut membekali peserta dengan kiat-kiat menghadapi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) serta strategi meraih beasiswa riset BRIN—dua jalur yang selama ini banyak diminati namun minim panduan praktis dari orang yang benar-benar telah melewatinya. Kehadirannya melengkapi gambaran bahwa lulusan Sastra Arab tidak hanya bisa bergerak di ranah pengajaran atau penerjemahan, tetapi juga di sektor pelayanan publik dan riset kebijakan.

Satu Panggung, Banyak Peta Jalan

Forum ini dipandu oleh Adil Al Huda, mahasiswa Sastra Arab angkatan 2023, yang bertugas menjembatani dialog antara dua narasumber dengan latar belakang berbeda namun berangkat dari rumpun ilmu yang sama. Pemilihan moderator dari kalangan mahasiswa aktif turut menegaskan posisi acara ini sebagai forum dua arah, bukan kuliah umum satu arah—peserta didorong untuk aktif bertanya dan menimba pengalaman langsung dari mereka yang telah membuktikan bahwa gelar sastra dapat bermuara ke berbagai profesi.

Pada akhirnya, forum ini menyorot satu hal yang kerap luput dari ruang kelas: bahwa masa depan setelah kelulusan bukanlah jalan tunggal yang harus ditempuh secara linear. Antara akademik dan wirausaha, antara kepustakawanan dan riset, mahasiswa Sastra Arab hari ini disodori peta yang lebih luas—dan kesempatan untuk mulai memilih arah, sebelum toga benar-benar dilepas.

Bagikan:

Berita Terkait

Menakar Jalan Setelah Toga: Dua Alumni, Dua Jalur Karier

Surakarta, SASTRA ARAB – Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pagi ini, Senin (14/9/2026), disiapkan untuk menampung satu kegelisahan yang nyaris selalu muncul di semester-semester akhir: mau ke mana setelah lulus? Pertanyaan itu sederhana untuk diucapkan, tetapi jarang punya jawaban tunggal—apalagi bagi mahasiswa program studi bahasa dan sastra, yang jalur

Read More »
Berita
arab-new

Hadirkan Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab, Riset Grup Bahasa dan Sastra Arab UNS Gelar Workshop Podcast Maharah Kalam

Karanganyar, 18 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Riset Grup Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Workshop Podcast: Inovasi Praktik Maharah Kalam Interaktif bagi Santriwati Gen-Z Pondok Pesantren Putri Darul Arqom Karanganyar” pada Sabtu, 18 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB

Read More »
Pengabdian
arab-new

Pengabdian Grup Riset Kebudayaan Timur Tengah: Membekali Guru Menjawab Krisis Perhatian Anak lewat Sastra

SUKOHARJO, SASTRA ARAB — Layar proyektor di sebuah ruangan sederhana di Jalan Srikoyo, Kemasan, Ngadirejo, Kartasura, menyalakan satu pertanyaan yang menggugat kegelisahan banyak orangtua dan guru hari ini: bagaimana mendidik anak di tengah gempuran video pendek yang mengikis rentang perhatian, sementara kasus perundungan (bullying) di sekolah terus berulang muncul di

Read More »