SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS — “Sejak kecil, anak-anak Indonesia telah dikenalkan dengan budaya pamit melalui lagu-lagu yang akrab di telinga. Namun, tradisi sarat makna ini kini mulai memudar,” ungkap Dr. Eva Farhah, S.S., M.A., dosen Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam siniar “Jagongan” yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta, Jumat (18/10/2024). Tertanam dalam Syair Lagu Dalam perbincangan yang dipandu Dedi Setiadi, Eva menjelaskan bagaimana nilai-nilai pamit telah ditanamkan melalui lagu “Pergi Belajar” karya Ibu Sud dan lagu Jawa “Esuk-esuk Srengengene”. “Lagu-lagu ini bukan sekadar hiburan, tetapi media pembelajaran yang mengajarkan pentingnya meminta izin dan restu,” tuturnya. “Oh, Ibu dan Ayah, selamat pagi, kupergi belajar sampaikan nanti,” demikian penggalan lagu Ibu Sud yang menjadi pengingat pentingnya pamit sebelum berangkat sekolah. Begitu pula dengan “Esuk-esuk srengengene lagi metu, sibu. Nyuwun pangestu kang putra badhe sinau, sibu,” yang mengajarkan nilai serupa dalam bahasa Jawa. Eva memaparkan enam manfaat penting dari tradisi berpamitan. “Selain membangun sikap saling menghormati dan menghargai, pamit juga menjadi momen memohon restu,” jelasnya. Ia menambahkan, kebiasaan ini juga mempererat ikatan keluarga melalui kehangatan yang terjalin saat berpamitan. Aspek keamanan juga menjadi nilai plus dari tradisi pamit. “Saat berpamitan, kita bisa mengetahui tujuan, dengan siapa, dan kapan waktu kepulangan. Ini cara mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” papar Eva. Dalam era digital, Eva menjelaskan bahwa pamit bisa dilakukan dengan berbagai cara. “Bisa secara langsung dengan sowan, melalui telepon atau WhatsApp, atau diwakilkan oleh orang lain,” ujarnya. Yang terpenting, lanjut Eva, adalah cara penyampaiannya: menggunakan bahasa yang baik, tenang, sopan, dan dengan wajah sumringah. Fenomena Tidak Pamit Menariknya, Eva juga mengulas makna di balik perilaku tidak berpamitan. “Ada delapan kemungkinan mengapa seseorang memilih tidak pamit,” jelasnya. Mulai dari sifat introvert, tidak terbiasa, hingga keinginan menjaga stabilitas lingkungan. “Orang yang tidak berpamitan sebenarnya memiliki effort kerja lebih keras. Mereka harus memastikan diri dalam keadaan aman dan lingkungan sekitar tetap nyaman,” tambahnya. Beberapa bahkan memilih tidak pamit karena ingin memberi kejutan positif saat sudah berhasil. “Datang tampak muka, pergi tampak punggung,” kutip Eva mengakhiri perbincangan. Pepatah ini menegaskan bahwa pamit bukan sekadar formalitas, melainkan cermin adab dan tata krama yang telah mengakar dalam budaya Indonesia. “Berpamitan selalu lebih baik daripada tidak. Selain mendapat doa, pamit juga memudahkan yang ditinggalkan untuk memberi informasi jika ada yang mencari,” tutupnya, mengingatkan bahwa di balik kesuksesan selalu ada doa dan restu orang-orang terdekat. [adm]
Hadapi Era AI, Pakar UNS: Penerjemah Manusia Tetap Tak Tergantikan
SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS — “Meski teknologi kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat, peran penerjemah manusia tetap tidak tergantikan,” ungkap Dr. Muhammad Yunus Anis, M.A., pakar penerjemahan dari Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam kuliah pakar di Ruang Seminar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS, Selasa (8/10/2024). Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) ke Prodi Sastra Arab UNS. Kunjungan ini merupakan bagian dari program Studi Pengayaan Lapangan yang dilaksanakan UNIDA ke beberapa universitas di Jawa Tengah. “Ada aspek-aspek dalam penerjemahan yang tidak bisa digantikan oleh mesin,” tegas Yunus Anis saat memaparkan tren penelitian penerjemahan dan peran AI dalam praktik penerjemahan. Dia mengajak mahasiswa untuk memahami potensi sekaligus keterbatasan teknologi dalam bidang penerjemahan. Dekan FIB UNS, Dr. Dwi Susanto, M.Hum., dalam sambutannya menyambut positif kunjungan ini. “Kunjungan ini memperkuat kerja sama yang telah terjalin baik antara FIB UNS dan UNIDA selama ini,” ujarnya. Dr. Muhammad Ismail, M.Pd.I., perwakilan dosen UNIDA, menjelaskan latar belakang kunjungan ini. “Kami ingin memberi pemahaman kepada mahasiswi tentang luasnya khazanah bahasa Arab, mulai dari sastra, linguistik, hingga budayanya,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Program Studi Sastra Arab UNS, Dr. Reza Sukma Nugraha, M.Hum., memperkenalkan keunikan program studinya. “Kami memiliki empat peminatan yang dapat dipilih mahasiswa: Sastra, Linguistik, Penerjemahan, dan Kebudayaan Timur Tengah,” paparnya. Kuliah pakar yang dihadiri mahasiswi PBA UNIDA dan mahasiswa Sastra Arab UNS ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus mempererat hubungan antar institusi. Acara ini juga membuka wawasan mahasiswa tentang perkembangan terkini dalam dunia penerjemahan, khususnya di era digital. “Perpaduan antara kompetensi manusia dan teknologi AI akan menghasilkan karya terjemahan yang lebih berkualitas,” tutup Yunus Anis, menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa melupakan peran vital penerjemah manusia. [adm]
Bersaing di Era Digital, Sastra Arab UNS Perbarui Kurikulum
SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS — Era digital menghadirkan tantangan baru bagi lulusan Sastra Arab. Merespons hal tersebut, Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) untuk finalisasi kurikulum baru di UNS Inn, Surakarta, Kamis (24/10/2024). “Kurikulum harus adaptif terhadap revolusi industri 4.0. Namun, yang terpenting adalah memastikan kurikulum memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi mahasiswa,” kata Dekan FIB UNS, Dr. Dwi Susanto, M.Hum., dalam sambutannya. Dia menekankan pentingnya evaluasi kurikulum setiap tahun untuk menjaga relevansinya. Guru Besar Sosiolinguistik Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Erna Andriyanti, Ph.D., menyoroti urgensi tracer study dalam merancang kurikulum baru. “Tracer study sangat penting untuk memetakan profil lulusan yang akan dibentuk. Prodi harus memastikan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) selaras dengan kebutuhan pasar,” jelasnya. Menanggapi tuntutan era digital, Prof. Erna menyarankan penambahan mata kuliah yang relevan seperti content and copy writing. “Di era sekarang, kemampuan menulis konten digital sama pentingnya dengan penguasaan bahasa,” ujarnya. Dia juga mengusulkan penerapan standar kemahiran bahasa internasional seperti CEFR dan ACTFL dalam pembelajaran bahasa Arab. Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Abdul Munip, M.Ag., Guru Besar Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menekankan pentingnya keselarasan antara profil lulusan dan pasar kerja. “Kita harus realistis melihat peluang kerja lulusan. Kurikulum harus mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan pasar,” tegasnya. Prof. Abdul Munip juga menyoroti pentingnya membangun identitas khas Prodi Sastra Arab. “Harus ada pembeda yang jelas antara lulusan Sastra Arab dengan lulusan Pendidikan Bahasa Arab. Ini penting untuk memastikan posisi unik lulusan di dunia kerja,” paparnya. Ketua Program Studi Sastra Arab UNS, Dr. Reza Sukma Nugraha, M.Hum., menjelaskan bahwa FGD yang dihadiri dosen, alumni, dan mahasiswa ini merupakan tahap akhir dari rangkaian rekonstruksi kurikulum yang telah dimulai sejak awal 2024. “Masukan dari para pakar ini sangat berharga untuk memastikan kurikulum baru kami benar-benar menjawab tantangan zaman,” pungkasnya. Dengan pembaruan kurikulum ini, Prodi Sastra Arab UNS berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir berbahasa Arab, tetapi juga mampu bersaing di era digital dengan kompetensi yang relevan. [adm]
Dosen Sastra Arab M. Ridwan: Membandingkan Anak dengan Anak Lain Bahayakan Kesehatan Mental
SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS — Dosen Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Muhammad Ridwan menegaskan dampak buruk kebiasaan membandingkan anak dengan anak lainnya terhadap perkembangan mental dan emosional mereka. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Sahabat Sehat Mental (GASSMEN) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Sleman di Pondok Pesantren Ar-Risalah Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Jumat (18/10/2024). “Pupuklah rasa percaya diri anak karena hal itu dapat membantu anak menghargai dirinya sendiri, merasa berkompeten dan termotivasi untuk belajar sehingga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mampu berkontribusi lebih baik di masa depan,” ujar Dr. Ridwan. Menurut dosen Linguistik ini, setiap anak memiliki keunikan dan kemampuan yang berbeda. Membandingkan seorang anak dengan yang lain dapat membuat mereka merasa tidak dihargai atau kurang berharga, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan rasa percaya diri dan motivasi untuk berkembang. FGD yang dipandu oleh Gus H.A. Syukron Amin ini juga menghadirkan Dr. Siti Nurunniyah sebagai narasumber. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya GP Ansor Sleman dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental. GASSMEN sendiri dibentuk sebagai respons atas tingginya angka kasus gangguan mental di masyarakat, seperti depresi, kecemasan, dan stres. Program ini menyediakan dukungan, edukasi, serta layanan konseling yang mudah diakses oleh masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Dr. Nurunniyah membahas pentingnya kesehatan mental bagi santri yang sering menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tuntutan akademis hingga adaptasi dengan lingkungan pesantren. “Jangan pernah ragu untuk berbagi cerita dan mencari bantuan jika kalian merasa kesulitan. Menjadi kuat tidak berarti harus selalu mengatasi semuanya sendiri,” tambah Dr. Nurunniyah. [adm]
Hadapi Era Gen-Z, Sastra Arab UNS Rancang Kurikulum Berbasis AI
Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan lokakarya peninjauan ulang kurikulum, Selasa (30/7). Bertempat di ruang Indraprastha UNS Inn, acara ini dihadiri sekitar 60 peserta. Mereka terdiri atas dosen, mahasiswa, alumi, pemangku kepentingan (stakeholder), dan orang tua mahasiswa Prodi Sastra Arab. Tujuan diadakan lokakarya ini adalah mengevaluasi profil lulusan Prodi Sastra Arab yang diperinci menjadi struktur dan distribusi mata kuliah pada kurikulum 2020-2025. Setelah itu, acara ini juga diharapkan menghasilkan rancangan struktur kurikulum baru 2025-2030. Prof. Dr. Phil. Kamal Yusuf, S.S., M.Hum., hadir sebagai narasumber dalam acara itu. Guru Besar Linguistik Arab UIN Sunan Ampel Surabaya ini menyoroti pentingnya penggunaan teknologi terbaru seperti artificial intelligence (AI) sebagai salah satu dasar penyusunan kurikulum. Alasannya, saat ini mahasiswa sebagai peserta didik didominasi generasi Z (gen-Z) dan sesaat akan diikuti generasi Alpha. “Zaman di mana tenaga mesin bertransformasi menjadi mesin pintar layaknya manusia,” imbuh alumnus Arabistik Oriental Studies Universitat Leipzig Jerman itu. Karena itu, sudah seharusnya kurikulum Prodi Sastra Arab memilik landasan itu. Manifestasi ini bisa dalam bentuk mata kuliah, seperti Linguistik Komputasional, Sastra Digital, dan Digital Humanities. Masukan dari narasumber tersebut juga ditanggapi oleh para peserta. Salah satunya, utusan dari Perpustakaan Radya Pustaka Surakarta. Menurutnya, mahasiswa Sastra Arab UNS yang magang bisa diberi tugas secara spesifik. Untuk kasus di bagian kearsiapan, tambahnya, banyak manuskrip di Solo yang perlu digitalisasi. Tujuannya, supaya naskah tidak rusak dan bisa diakses oleh para akademis untuk kepentingan penelitian atau sekedar informasi pengetahuan. Sementara Dr. Eva Farhah dalam sambutannya berharap kurikulum baru yang sedang diproses ini bisa up to date terhadap segala perubahan. Misalnya, perkembangan sosial, ekonomi, politik, teknologi dan budaya. Kepala Prodi Sastra Arab itu juga menambahkan, intinya kurikulum harus menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan adaptif di masa yang akan datang. [hb2]
Tingkatkan Jam Terbang Penerjemah Lepas, Sastra Arab UNS Adakan Pelatihan Penerjemahan
Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan penerjemahan teks akademik Indonesia-Arab, Sabtu (1/6/2024). Kegiatan merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisasi oleh Grup Riset Bahasa dan Sastra Arab, FIB UNS. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting. Pelatihan yang berlangsung pada 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh 150 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Yusuf Haikal, pemateri pelatihan menjelaskan tips dan trik menerjemahkan teks akademik. Peserta yang didominasi oleh penerjemah lepas antusiasi mengikuti kegiatan. “Teks akademik memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan tekni dan metode tertentu dalam menerjemahkannya. Ini berbeda dengan teks-teks lain yang bukan teks akademik,” ujar Yusuf yang juga praktisi penerjemah dan mahasiswa doktoral Universitas Gadjah Mada. Menurut alumni Prodi Sastra Arab UNS yang juga dosen ini, penerjemahan teks akademik tidak bisa disamakan dengan teks-teks lain. Penerjemah harus memiliki kompetensi memadai dalam mengenal genre teks akademik, memahami metode ilmiah, dan memiliki kosa kata ilmiah yang kaya. Pelatihan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang rutin dilaksanakan oleh Prodi Sastra Arab. “Kegiatan ini merupakan lanjutan dari seri pelatihan tahun sebelumnya mengenai kegiatan penerjemahan fiksi. Insya Allah ke depannya pelatihan akan dibuat lebih variatif dari segi tema,” ujar Reza Sukma Nugraha, dosen Sastra Arab sekaligus penanggung jawab kegiatan. Kegiatan diisi penjelasan oleh narasumber dan praktik menerjemahkan. Setelah itu, hasil terjemahan dievaluasi dan ditutup dengan sesi diskusi mengenai persoalan penerjemahan mutakhir. Peserta tampak antusias bertanya dalam sesi tanya jawab. Di akhir kegiatan, ada tiga peserta terbaik yang mendapatkan hadiah lawang dari panitia. [mfn]
Arabic Literature Department Hosts International Seminar on Language, Literature, and Culture
Department of Arabic Literature, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Sebelas Maret (UNS) is organizing an international seminar on language, literature, and culture under the theme “Exploring Comparative Insights into Arab and Southeast Asian Languages, Literatures, and Cultures”. 🗓️ Date : Monday-Tuesday, May 13-14, 2024 ⏰ Time : 08:00 to 12:00 Western Indonesia Time 🖥️ Media : Online via Zoom Cloud Meeting 📝 Registration Form : https://uns.id/seminarform Participants are encouraged to register through the above link and attend the entire seminar series to receive an e-certificate. Thank you. SEMINAR SCHEDULE Session 1 (May 13, 2024) The Evolution of Palestinian Literature (Prof. Dr. Hassan Abdelallim Abdelgawwad Youssef, Suez Canal University, Egypt) Tok Ku Paluh and His Works: The Scholar and Ruler of Terengganu in the 20th Century (Dr. Mohd. Taufik Arridzo bin Mohd Balwi, Universiti Malaya, Malaysia) Session 2 (May 14, 2024) Cultural Comparisons between Thailand, Indonesia, and the Arab World (Islahuddin, S.S., M.A., Fatoni University, Thailand) Children’s Literature Adaptations in Arab and Indonesian Contexts (Dr. Reza Sukma Nugraha, Universitas Sebelas Maret, Indonesia) For more information, visit https://arab.fib.uns.ac.id
Rekrutmen Staf Magang Jurnal CMES Periode 2024-2025
Jurnal Center of Middle Eastern Studies (CMES) mencari staf magang dengan kualifikasi sebagai berikut: Adapun deskripsi kerja yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: Adapun hak yang diperoleh: Pendaftaran via formulir berikut (gunakan e-mail “student” saat mendaftar): Info: Pendaftaran ditutup sewaktu-waktu setelah jumlah pendaftar mencukupi.
Sastra Arab UNS Lepas Mahasiswa Magang di Penerbit Aqwam Media Profetika
KARTASURA, SASTRA ARAB UNS – Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali melepas mahasiswa untuk menjalani program magang di Penerbit Aqwam Media Profetika, (8/1/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Magang Mahasiswa (KMM) serta tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Ilmu Budaya UNS dengan PT Aqwam Media Profetika yang telah terjalin sejak 2021. Mahasiswa Sastra Arab UNS yang menjadi peserta magang akan mendapatkan pengalaman langsung di bidang penyuntingan dan penerjemahan. Dalam program ini, mereka dibimbing oleh Abdul Malik, S.S., M.A., yang turut mendampingi pelepasan magang. “Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan akademik dan profesional mereka di industri penerbitan,” ujar Abdul Malik. Pelepasan mahasiswa magang ini turut disambut baik oleh pimpinan Penerbit Aqwam, Adnan Ashari, S.E., S.Psi., M.Psi. Ia mengapresiasi komitmen mahasiswa Sastra Arab UNS yang secara rutin mengikuti program magang setiap tahunnya. “Kami senang menerima mahasiswa dari UNS karena mereka memiliki dasar yang baik dalam bahasa Arab dan literasi. Program magang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi industri penerbitan dalam mendapatkan perspektif baru dari generasi muda,” ungkap Adnan. Sebagai penerbit yang fokus pada literatur Islam dan kajian keislaman, PT Aqwam Media Profetika memberikan mahasiswa kesempatan untuk memahami proses penyuntingan dan penerjemahan naskah dari sumber berbahasa Arab. Dengan pengalaman yang diperoleh, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari selama perkuliahan ke dalam dunia kerja yang nyata. Dengan adanya program magang ini, Sastra Arab UNS terus memperkuat sinergi dengan dunia industri sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan yang kompetitif di bidang penerbitan dan penerjemahan. [adm]
Petualangan Mencari Naskah Kuno
Semenjak memasuki perkuliahan semester 5, naskah kuno menjadi barang mewah yang kami cari ke sana ke mari. Filologi merupakan mata kuliah yang baru kami pelajari di jurusan Sastra Arab UNS. Di bawah bimbingan pak Reza selaku pengampu mata kuliah, kami mempelajari apa itu filologi. Mata kuliah ini tidak jauh-jauh dari naskah kuno, karena naskah kuno merupakan obyek pembelajaran filologi. Pada pertengahan semester awal, kami mendapat tugas mencari naskah kuno asli. Mahasiswa mencari naskah secara berkelompok, termasuk kelompok kami yaitu kelompok 4. Kelompok ini terdiri dari 4 anggota, di antaranya Hani, Dila, Iqbal, dan Ferro. Perjalanan Pertama Masing-masing kelompok mendata museum-museum yang akan mereka kunjungi untuk dilihat naskahnya. Mayoritas memilih museum sekitaran Solo, karena jaraknya dekat dari kampus UNS. Berhubung kami diinstruksikan untuk mengunjungi museum yang berbeda antar kelompok, maka kelompok 4 mengambil pilihan museum di luar Solo supaya tidak sama dengan kelompok lain. Kami memilih Museum Sonobudoyo Yogyakarta sebagai tempat tujuan kami mencari naskah. Hari minggu, tanggal 9 Oktober, kami berangkat ke jogja dengan KRL dan sampailah di Museum Sonobudoyo 1. Sampai di sana sudah cukup siang, di depan museum antrian terlihat mengular sangat panjang. Kami cukup terkejut, karena jarang sekali kami temui museum yang seramai ini. Maka tak butuh waktu lama kami segera menyusul antrian yang begitu panjang. Selang beberapa saat, Ferro dan Iqbal mencari informasi terkait museum ini. Alangkah terkejutnya kami, setelah mendapat informasi ternyata museum yang kami kunjungi ini tidak terdapat naskah kuno yang kami cari. “Naskahnya terdapat di perpustakaan Museum Sonobudoyo 2, dan bisa di akses di hari kerja saja” kata bapak penjaga pintu masuk museum. Dan akhirnya kami putuskan untuk mengakhiri petualangan mencari naskah di Jogja, mengingat waktu sudah sore dan museum-museum sudah tutup. Kami kembali ke Solo dengan tangan kosong. Hunting Naskah di Solo Pada pencarian selanjutnya kami memutuskan untuk mengunjungi museum di Solo dengan pertimbangan jarak yang dekat dan waktu yang terbatas. Kami memulai pencarian di Museum Keris, letaknya di Jalan Bhayangkara No. 2, Sriwedari, Laweyan, Kota Solo, pada tanggal 11 Oktober 2022. Museum ini memiliki koleksi keris dan senjata-senjata dari kerajaan Hindu sampai kerajaan Islam. Di museum ini terdapat perpustakaan di lantai 2. Sayangnya, museum ini tidak menyimpan naskah asli, tetapi hanya menyimpan naskah yang di scan dan dicetak ulang. Naskah yang dimiliki berjudul “Serat Dhapur Dhuwung”, merupakan naskah yang ditulis pada era Kerajaan Mataram Islam yang ditulis dengan aksara jawa. Naskah dengan 105 halaman ini memuat macam-macam bentuk bangun senjata keris. Selain Museum Keris, kami juga melakukan pencarian naskah di Perpustakaan Masjid Agung Keraton Surakarta, pada tanggal 12 Oktober 2022. Lalu kami menemukan naskah kuno di Perpustakaan Masjid Agung Keraton Surakarta yang ditulis dengan tulisan bahasa Arab pegon. Naskah kuno ini terdiri dari 560 halaman, 14 baris per halaman. Ditulis pada bidang kertas Eropa dan cap kertasnya terdapat garis tebal dan garis tipis, disertai gambar mahkota GR. Dalam naskah tersebut pengarangnya tidak diketahui, disebutkan dalam keterangan naskahnya bahwa pengarang merupakan Anonim. Tingkat keterbacaannya dalam naskah kuno tersebut terbilang cukup tinggi karena masih bisa di baca, meskipun ada beberapa dari naskah yang tulisannya terlihat sudah luntur. Kondisi fisik naskahnya sendiri sudah ada beberapa halaman yang berlubang akibat robek. Demikian perjalanan kelompok kami mencari naskah kuno di Solo dan Yogya. Perjalanan singkat ini tentunya menambah pengetahuan dan wawasan seputar naskah dan museum yang dikunjungi. Penulis: Hani, Dila, Iqbal, dan Ferro