{"id":5442,"date":"2025-12-16T21:04:30","date_gmt":"2025-12-16T14:04:30","guid":{"rendered":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/?p=5442"},"modified":"2025-12-16T21:10:06","modified_gmt":"2025-12-16T14:10:06","slug":"bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/","title":{"rendered":"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM!"},"content":{"rendered":"\n<p>Lampu panggung meredup di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Kamis (5\/12\/2025) malam. Di atas pentas, dua pemuda berdiri berhadap-hadapan. Satu yakin diplomasi adalah jalan, yang lain memegang teguh perlawanan bersenjata. Ketegangan masa pendudukan Jepang menyelimuti setiap dialog mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah Teater OASE Universitas Sebelas Maret (UNS) membuka pementasan besar ke-13 mereka, QUM!, sebuah seruan dalam bahasa Arab yang berarti &#8220;bangkitlah!&#8221;. Lebih dari sekadar pertunjukan, drama ini menjadi cermin bagi generasi muda untuk menatap kembali pergulatan moral para pendahulu bangsa.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">Dua Jalan, Satu Tujuan<\/h6>\n\n\n\n<p>Andi dan Munir, dua tokoh sentral dalam QUM!, merepresentasikan dikotomi strategi perjuangan kemerdekaan. Andi menempuh jalan diplomasi\u2014minim korban, penuh perhitungan. Munir memilih kekerasan sebagai respons atas kekerasan penjajah.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ini bukan soal siapa yang benar,&#8221; ujar Prasidya Fajar Ramdhani, sutradara QUM!, usai pementasan. &#8220;Ini tentang bagaimana sejarah memaksa manusia membuat pilihan dalam situasi yang tak ada yang mudah.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Konflik kedua tokoh memuncak ketika sebuah tragedi mengguncang tatanan rapuh masyarakat di bawah pendudukan. Penonton dihadapkan pada pertanyaan: strategi mana yang lebih tepat ketika kemanusiaan dipertaruhkan?<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">Karya Kolektif 74 Mahasiswa<\/h6>\n\n\n\n<p>Pementasan yang berlangsung selama hampir dua jam ini melibatkan 6 aktor, 52 kru pemanggungan, dan 22 kru produksi. Seluruhnya adalah mahasiswa Sastra Arab UNS lintas peminatan. M. Ali Mukti, pemimpin produksi, mengaku proses kreatif dimulai sejak pertengahan tahun dengan riset mendalam tentang periode pendudukan Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami tidak ingin sekadar menghadirkan drama sejarah. Kami ingin penonton merasakan dilema yang dialami para pejuang,&#8221; kata Ali.<\/p>\n\n\n\n<p>Riset mencakup kajian literatur sejarah, wawancara dengan akademisi, hingga eksplorasi arsip visual untuk memastikan akurasi konteks sosial-politik. Hasilnya, panggung yang disulap menjadi ruang interogasi, markas perlawanan, hingga lorong-lorong gelap masa pendudukan.<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">Teater sebagai Media Pembelajaran Sejarah<\/h6>\n\n\n\n<p>Sejak berdiri pada 2014, Teater OASE konsisten mengangkat tema-tema yang menyentuh kesadaran kolektif. QUM! melanjutkan tradisi itu dengan pendekatan yang lebih ambisius, yakni menjadikan teater sebagai ruang pembelajaran historis yang emosional.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Buku sejarah memberi fakta, tapi teater memberi pengalaman,&#8221; kata Prasidya. &#8220;Penonton tidak hanya tahu apa yang terjadi, tapi merasakan tekanan yang dirasakan tokoh-tokoh itu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\">Seruan untuk Generasi Kini<\/h6>\n\n\n\n<p>Judul QUM! bukan sekadar panggilan untuk bangkit dari penjajahan fisik, tapi juga kebangkitan kesadaran. Di tengah era di mana sejarah kerap disederhanakan dalam narasi digital, Teater OASE mengingatkan pentingnya memahami kompleksitas peristiwa masa lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami berharap penonton membawa pulang satu pertanyaan: apa artinya bangkit di zaman sekarang?&#8221; kata Ali Mukti menutup perbincangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Panggung gelap kembali. Tapi pertanyaan itu terus bergema, jauh setelah tirai ditutup. [<strong>adm<\/strong>]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lampu panggung meredup di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Kamis (5\/12\/2025) malam. Di atas pentas, dua pemuda berdiri berhadap-hadapan. Satu yakin diplomasi adalah jalan, yang lain memegang teguh perlawanan bersenjata. Ketegangan masa pendudukan Jepang menyelimuti setiap dialog mereka. Begitulah Teater OASE Universitas Sebelas Maret (UNS) membuka pementasan besar ke-13 mereka, QUM!, sebuah seruan dalam bahasa Arab yang berarti &#8220;bangkitlah!&#8221;. Lebih dari sekadar pertunjukan, drama ini menjadi cermin bagi generasi muda untuk menatap kembali pergulatan moral para pendahulu bangsa. Dua Jalan, Satu Tujuan Andi dan Munir, dua tokoh sentral dalam QUM!, merepresentasikan dikotomi strategi perjuangan kemerdekaan. Andi menempuh jalan diplomasi\u2014minim korban, penuh perhitungan. Munir memilih kekerasan sebagai respons atas kekerasan penjajah. &#8220;Ini bukan soal siapa yang benar,&#8221; ujar Prasidya Fajar Ramdhani, sutradara QUM!, usai pementasan. &#8220;Ini tentang bagaimana sejarah memaksa manusia membuat pilihan dalam situasi yang tak ada yang mudah.&#8221; Konflik kedua tokoh memuncak ketika sebuah tragedi mengguncang tatanan rapuh masyarakat di bawah pendudukan. Penonton dihadapkan pada pertanyaan: strategi mana yang lebih tepat ketika kemanusiaan dipertaruhkan? Karya Kolektif 74 Mahasiswa Pementasan yang berlangsung selama hampir dua jam ini melibatkan 6 aktor, 52 kru pemanggungan, dan 22 kru produksi. Seluruhnya adalah mahasiswa Sastra Arab UNS lintas peminatan. M. Ali Mukti, pemimpin produksi, mengaku proses kreatif dimulai sejak pertengahan tahun dengan riset mendalam tentang periode pendudukan Jepang. &#8220;Kami tidak ingin sekadar menghadirkan drama sejarah. Kami ingin penonton merasakan dilema yang dialami para pejuang,&#8221; kata Ali. Riset mencakup kajian literatur sejarah, wawancara dengan akademisi, hingga eksplorasi arsip visual untuk memastikan akurasi konteks sosial-politik. Hasilnya, panggung yang disulap menjadi ruang interogasi, markas perlawanan, hingga lorong-lorong gelap masa pendudukan. Teater sebagai Media Pembelajaran Sejarah Sejak berdiri pada 2014, Teater OASE konsisten mengangkat tema-tema yang menyentuh kesadaran kolektif. QUM! melanjutkan tradisi itu dengan pendekatan yang lebih ambisius, yakni menjadikan teater sebagai ruang pembelajaran historis yang emosional. &#8220;Buku sejarah memberi fakta, tapi teater memberi pengalaman,&#8221; kata Prasidya. &#8220;Penonton tidak hanya tahu apa yang terjadi, tapi merasakan tekanan yang dirasakan tokoh-tokoh itu.&#8221; Seruan untuk Generasi Kini Judul QUM! bukan sekadar panggilan untuk bangkit dari penjajahan fisik, tapi juga kebangkitan kesadaran. Di tengah era di mana sejarah kerap disederhanakan dalam narasi digital, Teater OASE mengingatkan pentingnya memahami kompleksitas peristiwa masa lalu. &#8220;Kami berharap penonton membawa pulang satu pertanyaan: apa artinya bangkit di zaman sekarang?&#8221; kata Ali Mukti menutup perbincangan. Panggung gelap kembali. Tapi pertanyaan itu terus bergema, jauh setelah tirai ditutup. [adm]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5444,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,133],"tags":[],"class_list":["post-5442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-mahasiswa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM! - Sastra Arab<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Begitulah Teater OASE Universitas Sebelas Maret (UNS) membuka pementasan besar ke-13 mereka, QUM!, sebuah seruan dalam bahasa Arab yang berarti &quot;bangkitlah!&quot;. Lebih dari sekadar pertunjukan, drama ini menjadi cermin bagi generasi muda untuk menatap kembali pergulatan moral para pendahulu bangsa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM! - Sastra Arab\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Begitulah Teater OASE Universitas Sebelas Maret (UNS) membuka pementasan besar ke-13 mereka, QUM!, sebuah seruan dalam bahasa Arab yang berarti &quot;bangkitlah!&quot;. Lebih dari sekadar pertunjukan, drama ini menjadi cermin bagi generasi muda untuk menatap kembali pergulatan moral para pendahulu bangsa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sastra Arab\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-16T14:04:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-16T14:10:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"arab\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"arab\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/\"},\"author\":{\"name\":\"arab\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb\"},\"headline\":\"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM!\",\"datePublished\":\"2025-12-16T14:04:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-16T14:10:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/\"},\"wordCount\":400,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"mahasiswa\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/\",\"name\":\"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM! - Sastra Arab\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-16T14:04:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-16T14:10:06+00:00\",\"description\":\"Begitulah Teater OASE Universitas Sebelas Maret (UNS) membuka pementasan besar ke-13 mereka, QUM!, sebuah seruan dalam bahasa Arab yang berarti \\\"bangkitlah!\\\". Lebih dari sekadar pertunjukan, drama ini menjadi cermin bagi generasi muda untuk menatap kembali pergulatan moral para pendahulu bangsa.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/\",\"name\":\"Arabic Literature\",\"description\":\"Universitas Sebelas Maret\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Arabic Literature Study Program\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png\",\"width\":236,\"height\":71,\"caption\":\"Arabic Literature Study Program\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab\",\"https:\/\/instagram.com\/sastraarab.uns\",\"https:\/\/www.youtube.com\/@SastraArabUNS\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb\",\"name\":\"arab\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"arab\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/arab.fib.uns.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/author\/arab\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM! - Sastra Arab","description":"Begitulah Teater OASE Universitas Sebelas Maret (UNS) membuka pementasan besar ke-13 mereka, QUM!, sebuah seruan dalam bahasa Arab yang berarti \"bangkitlah!\". Lebih dari sekadar pertunjukan, drama ini menjadi cermin bagi generasi muda untuk menatap kembali pergulatan moral para pendahulu bangsa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM! - Sastra Arab","og_description":"Begitulah Teater OASE Universitas Sebelas Maret (UNS) membuka pementasan besar ke-13 mereka, QUM!, sebuah seruan dalam bahasa Arab yang berarti \"bangkitlah!\". Lebih dari sekadar pertunjukan, drama ini menjadi cermin bagi generasi muda untuk menatap kembali pergulatan moral para pendahulu bangsa.","og_url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/","og_site_name":"Sastra Arab","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab","article_published_time":"2025-12-16T14:04:30+00:00","article_modified_time":"2025-12-16T14:10:06+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"arab","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"arab","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/"},"author":{"name":"arab","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb"},"headline":"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM!","datePublished":"2025-12-16T14:04:30+00:00","dateModified":"2025-12-16T14:10:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/"},"wordCount":400,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg","articleSection":["Berita","mahasiswa"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/","name":"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM! - Sastra Arab","isPartOf":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg","datePublished":"2025-12-16T14:04:30+00:00","dateModified":"2025-12-16T14:10:06+00:00","description":"Begitulah Teater OASE Universitas Sebelas Maret (UNS) membuka pementasan besar ke-13 mereka, QUM!, sebuah seruan dalam bahasa Arab yang berarti \"bangkitlah!\". Lebih dari sekadar pertunjukan, drama ini menjadi cermin bagi generasi muda untuk menatap kembali pergulatan moral para pendahulu bangsa.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#primaryimage","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG_0035-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/bangkit-dari-pusaran-sejarah-teater-oase-hadirkan-dilema-perjuangan-lewat-drama-qum\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bangkit dari Pusaran Sejarah, Teater OASE Hadirkan Dilema Perjuangan Lewat Drama QUM!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/","name":"Arabic Literature","description":"Universitas Sebelas Maret","publisher":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization","name":"Arabic Literature Study Program","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png","contentUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png","width":236,"height":71,"caption":"Arabic Literature Study Program"},"image":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab","https:\/\/instagram.com\/sastraarab.uns","https:\/\/www.youtube.com\/@SastraArabUNS"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb","name":"arab","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g","caption":"arab"},"sameAs":["http:\/\/arab.fib.uns.ac.id"],"url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/author\/arab\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5442"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5442\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5449,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5442\/revisions\/5449"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}