{"id":4862,"date":"2024-12-11T18:45:54","date_gmt":"2024-12-11T11:45:54","guid":{"rendered":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/?p=4862"},"modified":"2025-04-06T20:59:55","modified_gmt":"2025-04-06T13:59:55","slug":"call-for-chapters","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/call-for-chapters\/","title":{"rendered":"CALL FOR CHAPTERS"},"content":{"rendered":"<p>Dalam kajian sastra kontemporer, diskursus tentang poskolonialisme telah menghadirkan berbagai perspektif yang menarik untuk terus digali dan didiskusikan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, narasi kolonialisme tidak lagi sekadar dipahami sebagai catatan historis. Ia telah bertransformasi menjadi jejaring kompleks yang masih mewarnai produksi sastra hingga hari ini, memengaruhi cara pandang, identitas, dan ekspresi kultural masyarakat pascakolonial.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami mengundang para pengkaji sastra dari berbagai tradisi dan wilayah untuk berkontribusi dalam buku antologi <strong>&#8220;Membaca Ulang Kolonialisme: Perspektif Lintas Sastra Tentang Penjajah dan Terjajah&#8221;<\/strong>. Buku ini dirancang untuk menghadirkan berbagai perspektif tentang bagaimana sastra-sastra nasional\u2014baik dari negara bekas penjajah maupun terjajah\u2014menegosiasikan pengalaman kolonial mereka dalam bentuk-bentuk naratif yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n<p>Antologi ini menghadirkan sebuah dialog produktif yang menggali bagaimana sastra dari negara-negara terjajah mengolah trauma kolonial menjadi resistensi kreatif; bagaimana sastra dari negara-negara bekas penjajah bergulat dengan warisan kolonial mereka; serta bagaimana kedua pengalaman yang berbeda ini\u2014menjajah dan dijajah\u2014sama-sama membentuk kompleksitas produksi sastra. Melalui pendekatan lintasbudaya, antologi ini berupaya membangun pemahaman baru tentang dinamika poskolonial dalam sastra.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami mengundang artikel yang mengeksplorasi, tetapi tidak terbatas pada, tema-tema berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hibriditas dan ambivalensi dalam sastra poskolonial<\/li>\n\n\n\n<li>Strategi naratif dalam mengolah trauma kolonial<\/li>\n\n\n\n<li>Transformasi dan negosiasi identitas kultural<\/li>\n\n\n\n<li>Dialog antara tradisi sastra lokal dan global<\/li>\n\n\n\n<li>Bentuk-bentuk resistensi dan subversi dalam karya sastra<\/li>\n\n\n\n<li>Representasi kolonialisme dalam sastra kontemporer<\/li>\n\n\n\n<li><em>Memory studies<\/em> dan sastra poskolonial<\/li>\n\n\n\n<li>Kajian bandingan sastra poskolonial lintas wilayah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggabungkan kerangka teoretis poskolonial dan analisis tekstual, antologi ini diharapkan memperkaya kajian sastra poskolonial sekaligus membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam memahami relasi antara kekuasaan, identitas, dan produksi kultural.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>SISTEMATIKA PENULISAN ARTIKEL<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Judul Artikel<\/li>\n\n\n\n<li>Abstrak (200-300 kata) dan Kata Kunci (3-5 kata)<\/li>\n\n\n\n<li>Pendahuluan<\/li>\n\n\n\n<li>Pembahasan (paparan gagasan utama, analisis, diskusi, dapat dibuat sub-subjudul)<\/li>\n\n\n\n<li>Penutup (Simpulan, refleksi, dan kemungkinan pengembangan gagasan)<\/li>\n\n\n\n<li>Daftar Pustaka (APA 6th edition, minimal 15 referensi)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>KETENTUAN TEKNIS<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Panjang artikel: 6000-8000 kata<\/li>\n\n\n\n<li>Kertas A4, margin 3 cm<\/li>\n\n\n\n<li>Font: Times New Roman 12 pt<\/li>\n\n\n\n<li>Spasi 1,5<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>CATATAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gaya penulisan esai<\/li>\n\n\n\n<li>Bahasa ilmiah populer<\/li>\n\n\n\n<li>Kutipan terintegrasi dalam narasi<\/li>\n\n\n\n<li>Pengumpulan naskah 30 April 2025<\/li>\n\n\n\n<li>Naskah dikirim melalui surel arab@unit.uns.ac.id<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam kajian sastra kontemporer, diskursus tentang poskolonialisme telah menghadirkan berbagai perspektif yang menarik untuk terus digali dan didiskusikan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, narasi kolonialisme tidak lagi sekadar dipahami sebagai catatan historis. Ia telah bertransformasi menjadi jejaring kompleks yang masih mewarnai produksi sastra hingga hari ini, memengaruhi cara pandang, identitas, dan ekspresi kultural masyarakat pascakolonial. Kami mengundang para pengkaji sastra dari berbagai tradisi dan wilayah untuk berkontribusi dalam buku antologi &#8220;Membaca Ulang Kolonialisme: Perspektif Lintas Sastra Tentang Penjajah dan Terjajah&#8221;. Buku ini dirancang untuk menghadirkan berbagai perspektif tentang bagaimana sastra-sastra nasional\u2014baik dari negara bekas penjajah maupun terjajah\u2014menegosiasikan pengalaman kolonial mereka dalam bentuk-bentuk naratif yang kompleks. Antologi ini menghadirkan sebuah dialog produktif yang menggali bagaimana sastra dari negara-negara terjajah mengolah trauma kolonial menjadi resistensi kreatif; bagaimana sastra dari negara-negara bekas penjajah bergulat dengan warisan kolonial mereka; serta bagaimana kedua pengalaman yang berbeda ini\u2014menjajah dan dijajah\u2014sama-sama membentuk kompleksitas produksi sastra. Melalui pendekatan lintasbudaya, antologi ini berupaya membangun pemahaman baru tentang dinamika poskolonial dalam sastra. Kami mengundang artikel yang mengeksplorasi, tetapi tidak terbatas pada, tema-tema berikut: Dengan menggabungkan kerangka teoretis poskolonial dan analisis tekstual, antologi ini diharapkan memperkaya kajian sastra poskolonial sekaligus membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam memahami relasi antara kekuasaan, identitas, dan produksi kultural. SISTEMATIKA PENULISAN ARTIKEL KETENTUAN TEKNIS CATATAN<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":4863,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"[]"},"categories":[6],"tags":[137,46,47,53],"class_list":["post-4862","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengumuman","tag-book-chapter","tag-sastra-arab","tag-sastra-arab-uns","tag-uns"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>CALL FOR CHAPTERS - Sastra Arab<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sastra Arab CALL FOR CHAPTERS Pengumuman - Dalam kajian sastra kontemporer, diskursus tentang poskolonialisme telah menghadirkan berbagai perspektif yang menarik untuk terus digali dan didiskusikan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, narasi kolonialisme tidak lagi sekadar dipahami sebagai catatan historis. Ia telah bertransformasi menjadi jejaring kompleks yang masih mewarnai produksi sastra hingga hari ini, memengaruhi cara pandang, identitas, dan ekspresi kultural masyarakat pascakolonial.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/call-for-chapters\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"CALL FOR CHAPTERS - Sastra Arab\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sastra Arab CALL FOR CHAPTERS Pengumuman - Dalam kajian sastra kontemporer, diskursus tentang poskolonialisme telah menghadirkan berbagai perspektif yang menarik untuk terus digali dan didiskusikan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, narasi kolonialisme tidak lagi sekadar dipahami sebagai catatan historis. Ia telah bertransformasi menjadi jejaring kompleks yang masih mewarnai produksi sastra hingga hari ini, memengaruhi cara pandang, identitas, dan ekspresi kultural masyarakat pascakolonial.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/call-for-chapters\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sastra Arab\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-11T11:45:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-06T13:59:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER-1024x717.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"717\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"arab\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"arab\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/\"},\"author\":{\"name\":\"arab\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb\"},\"headline\":\"CALL FOR CHAPTERS\",\"datePublished\":\"2024-12-11T11:45:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-06T13:59:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/\"},\"wordCount\":333,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER.png\",\"keywords\":[\"book chapter\",\"sastra arab\",\"sastra arab UNS\",\"UNS\"],\"articleSection\":[\"Pengumuman\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/\",\"name\":\"CALL FOR CHAPTERS - Sastra Arab\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER.png\",\"datePublished\":\"2024-12-11T11:45:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-06T13:59:55+00:00\",\"description\":\"Sastra Arab CALL FOR CHAPTERS Pengumuman - Dalam kajian sastra kontemporer, diskursus tentang poskolonialisme telah menghadirkan berbagai perspektif yang menarik untuk terus digali dan didiskusikan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, narasi kolonialisme tidak lagi sekadar dipahami sebagai catatan historis. Ia telah bertransformasi menjadi jejaring kompleks yang masih mewarnai produksi sastra hingga hari ini, memengaruhi cara pandang, identitas, dan ekspresi kultural masyarakat pascakolonial.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER.png\",\"width\":4000,\"height\":2800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"CALL FOR CHAPTERS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/\",\"name\":\"Arabic Literature\",\"description\":\"Universitas Sebelas Maret\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Arabic Literature Study Program\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png\",\"width\":236,\"height\":71,\"caption\":\"Arabic Literature Study Program\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab\",\"https:\/\/instagram.com\/sastraarab.uns\",\"https:\/\/www.youtube.com\/@SastraArabUNS\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb\",\"name\":\"arab\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"arab\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/arab.fib.uns.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/author\/arab\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"CALL FOR CHAPTERS - Sastra Arab","description":"Sastra Arab CALL FOR CHAPTERS Pengumuman - Dalam kajian sastra kontemporer, diskursus tentang poskolonialisme telah menghadirkan berbagai perspektif yang menarik untuk terus digali dan didiskusikan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, narasi kolonialisme tidak lagi sekadar dipahami sebagai catatan historis. Ia telah bertransformasi menjadi jejaring kompleks yang masih mewarnai produksi sastra hingga hari ini, memengaruhi cara pandang, identitas, dan ekspresi kultural masyarakat pascakolonial.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/call-for-chapters\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"CALL FOR CHAPTERS - Sastra Arab","og_description":"Sastra Arab CALL FOR CHAPTERS Pengumuman - Dalam kajian sastra kontemporer, diskursus tentang poskolonialisme telah menghadirkan berbagai perspektif yang menarik untuk terus digali dan didiskusikan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, narasi kolonialisme tidak lagi sekadar dipahami sebagai catatan historis. Ia telah bertransformasi menjadi jejaring kompleks yang masih mewarnai produksi sastra hingga hari ini, memengaruhi cara pandang, identitas, dan ekspresi kultural masyarakat pascakolonial.","og_url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/call-for-chapters\/","og_site_name":"Sastra Arab","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab","article_published_time":"2024-12-11T11:45:54+00:00","article_modified_time":"2025-04-06T13:59:55+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":717,"url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER-1024x717.png","type":"image\/png"}],"author":"arab","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"arab","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/"},"author":{"name":"arab","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb"},"headline":"CALL FOR CHAPTERS","datePublished":"2024-12-11T11:45:54+00:00","dateModified":"2025-04-06T13:59:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/"},"wordCount":333,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER.png","keywords":["book chapter","sastra arab","sastra arab UNS","UNS"],"articleSection":["Pengumuman"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/","name":"CALL FOR CHAPTERS - Sastra Arab","isPartOf":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER.png","datePublished":"2024-12-11T11:45:54+00:00","dateModified":"2025-04-06T13:59:55+00:00","description":"Sastra Arab CALL FOR CHAPTERS Pengumuman - Dalam kajian sastra kontemporer, diskursus tentang poskolonialisme telah menghadirkan berbagai perspektif yang menarik untuk terus digali dan didiskusikan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, narasi kolonialisme tidak lagi sekadar dipahami sebagai catatan historis. Ia telah bertransformasi menjadi jejaring kompleks yang masih mewarnai produksi sastra hingga hari ini, memengaruhi cara pandang, identitas, dan ekspresi kultural masyarakat pascakolonial.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#primaryimage","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER.png","contentUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/BOOK-CHAPTER.png","width":4000,"height":2800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/call-for-chapters\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"CALL FOR CHAPTERS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/","name":"Arabic Literature","description":"Universitas Sebelas Maret","publisher":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization","name":"Arabic Literature Study Program","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png","contentUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png","width":236,"height":71,"caption":"Arabic Literature Study Program"},"image":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab","https:\/\/instagram.com\/sastraarab.uns","https:\/\/www.youtube.com\/@SastraArabUNS"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb","name":"arab","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g","caption":"arab"},"sameAs":["http:\/\/arab.fib.uns.ac.id"],"url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/author\/arab\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4862","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4862"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4862\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5191,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4862\/revisions\/5191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}