{"id":4197,"date":"2024-10-25T18:00:00","date_gmt":"2024-10-25T11:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/?p=4197"},"modified":"2024-11-07T05:54:33","modified_gmt":"2024-11-06T22:54:33","slug":"dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/","title":{"rendered":"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman"},"content":{"rendered":"\n<p>SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS \u2014 &#8220;Sejak kecil, anak-anak Indonesia telah dikenalkan dengan budaya pamit melalui lagu-lagu yang akrab di telinga. Namun, tradisi sarat makna ini kini mulai memudar,&#8221; ungkap Dr. Eva Farhah, S.S., M.A., dosen Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam siniar &#8220;Jagongan&#8221; yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta, Jumat (18\/10\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tertanam dalam Syair Lagu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perbincangan yang dipandu Dedi Setiadi, Eva menjelaskan bagaimana nilai-nilai pamit telah ditanamkan melalui lagu &#8220;Pergi Belajar&#8221; karya Ibu Sud dan lagu Jawa &#8220;Esuk-esuk Srengengene&#8221;. &#8220;Lagu-lagu ini bukan sekadar hiburan, tetapi media pembelajaran yang mengajarkan pentingnya meminta izin dan restu,&#8221; tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oh, Ibu dan Ayah, selamat pagi, kupergi belajar sampaikan nanti,&#8221; demikian penggalan lagu Ibu Sud yang menjadi pengingat pentingnya pamit sebelum berangkat sekolah. Begitu pula dengan &#8220;<em>Esuk-esuk srengengene lagi metu, sibu. Nyuwun pangestu kang putra badhe sinau, sibu<\/em>,&#8221; yang mengajarkan nilai serupa dalam bahasa Jawa.<\/p>\n\n\n\n<p>Eva memaparkan enam manfaat penting dari tradisi berpamitan. &#8220;Selain membangun sikap saling menghormati dan menghargai, pamit juga menjadi momen memohon restu,&#8221; jelasnya. Ia menambahkan, kebiasaan ini juga mempererat ikatan keluarga melalui kehangatan yang terjalin saat berpamitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aspek keamanan juga menjadi nilai plus dari tradisi pamit. &#8220;Saat berpamitan, kita bisa mengetahui tujuan, dengan siapa, dan kapan waktu kepulangan. Ini cara mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,&#8221; papar Eva.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam era digital, Eva menjelaskan bahwa pamit bisa dilakukan dengan berbagai cara. &#8220;Bisa secara langsung dengan sowan, melalui telepon atau WhatsApp, atau diwakilkan oleh orang lain,&#8221; ujarnya. Yang terpenting, lanjut Eva, adalah cara penyampaiannya: menggunakan bahasa yang baik, tenang, sopan, dan dengan wajah sumringah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Fenomena Tidak Pamit<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, Eva juga mengulas makna di balik perilaku tidak berpamitan. &#8220;Ada delapan kemungkinan mengapa seseorang memilih tidak pamit,&#8221; jelasnya. Mulai dari sifat introvert, tidak terbiasa, hingga keinginan menjaga stabilitas lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Orang yang tidak berpamitan sebenarnya memiliki <em>effort<\/em> kerja lebih keras. Mereka harus memastikan diri dalam keadaan aman dan lingkungan sekitar tetap nyaman,&#8221; tambahnya. Beberapa bahkan memilih tidak pamit karena ingin memberi kejutan positif saat sudah berhasil.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Datang tampak muka, pergi tampak punggung,&#8221; kutip Eva mengakhiri perbincangan. Pepatah ini menegaskan bahwa pamit bukan sekadar formalitas, melainkan cermin adab dan tata krama yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Berpamitan selalu lebih baik daripada tidak. Selain mendapat doa, pamit juga memudahkan yang ditinggalkan untuk memberi informasi jika ada yang mencari,&#8221; tutupnya, mengingatkan bahwa di balik kesuksesan selalu ada doa dan restu orang-orang terdekat. [<strong>adm<\/strong>]<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURAKARTA, SASTRA ARAB UNS \u2014 &#8220;Sejak kecil, anak-anak Indonesia telah dikenalkan dengan budaya pamit melalui lagu-lagu yang akrab di telinga. Namun, tradisi sarat makna ini kini mulai memudar,&#8221; ungkap Dr. Eva Farhah, S.S., M.A., dosen Program Studi Sastra Arab Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam siniar &#8220;Jagongan&#8221; yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta, Jumat (18\/10\/2024). Tertanam dalam Syair Lagu Dalam perbincangan yang dipandu Dedi Setiadi, Eva menjelaskan bagaimana nilai-nilai pamit telah ditanamkan melalui lagu &#8220;Pergi Belajar&#8221; karya Ibu Sud dan lagu Jawa &#8220;Esuk-esuk Srengengene&#8221;. &#8220;Lagu-lagu ini bukan sekadar hiburan, tetapi media pembelajaran yang mengajarkan pentingnya meminta izin dan restu,&#8221; tuturnya. &#8220;Oh, Ibu dan Ayah, selamat pagi, kupergi belajar sampaikan nanti,&#8221; demikian penggalan lagu Ibu Sud yang menjadi pengingat pentingnya pamit sebelum berangkat sekolah. Begitu pula dengan &#8220;Esuk-esuk srengengene lagi metu, sibu. Nyuwun pangestu kang putra badhe sinau, sibu,&#8221; yang mengajarkan nilai serupa dalam bahasa Jawa. Eva memaparkan enam manfaat penting dari tradisi berpamitan. &#8220;Selain membangun sikap saling menghormati dan menghargai, pamit juga menjadi momen memohon restu,&#8221; jelasnya. Ia menambahkan, kebiasaan ini juga mempererat ikatan keluarga melalui kehangatan yang terjalin saat berpamitan. Aspek keamanan juga menjadi nilai plus dari tradisi pamit. &#8220;Saat berpamitan, kita bisa mengetahui tujuan, dengan siapa, dan kapan waktu kepulangan. Ini cara mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,&#8221; papar Eva. Dalam era digital, Eva menjelaskan bahwa pamit bisa dilakukan dengan berbagai cara. &#8220;Bisa secara langsung dengan sowan, melalui telepon atau WhatsApp, atau diwakilkan oleh orang lain,&#8221; ujarnya. Yang terpenting, lanjut Eva, adalah cara penyampaiannya: menggunakan bahasa yang baik, tenang, sopan, dan dengan wajah sumringah. Fenomena Tidak Pamit Menariknya, Eva juga mengulas makna di balik perilaku tidak berpamitan. &#8220;Ada delapan kemungkinan mengapa seseorang memilih tidak pamit,&#8221; jelasnya. Mulai dari sifat introvert, tidak terbiasa, hingga keinginan menjaga stabilitas lingkungan. &#8220;Orang yang tidak berpamitan sebenarnya memiliki effort kerja lebih keras. Mereka harus memastikan diri dalam keadaan aman dan lingkungan sekitar tetap nyaman,&#8221; tambahnya. Beberapa bahkan memilih tidak pamit karena ingin memberi kejutan positif saat sudah berhasil. &#8220;Datang tampak muka, pergi tampak punggung,&#8221; kutip Eva mengakhiri perbincangan. Pepatah ini menegaskan bahwa pamit bukan sekadar formalitas, melainkan cermin adab dan tata krama yang telah mengakar dalam budaya Indonesia. &#8220;Berpamitan selalu lebih baik daripada tidak. Selain mendapat doa, pamit juga memudahkan yang ditinggalkan untuk memberi informasi jika ada yang mencari,&#8221; tutupnya, mengingatkan bahwa di balik kesuksesan selalu ada doa dan restu orang-orang terdekat. [adm]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4200,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[130,46,47,52,53],"class_list":["post-4197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-dosen-uns","tag-sastra-arab","tag-sastra-arab-uns","tag-universitas-sebelas-maret","tag-uns"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman - Sastra Arab<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sastra Arab Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman Berita\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman - Sastra Arab\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sastra Arab Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman Berita\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sastra Arab\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-25T11:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-06T22:54:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1767\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"arab\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"arab\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/\"},\"author\":{\"name\":\"arab\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb\"},\"headline\":\"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman\",\"datePublished\":\"2024-10-25T11:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-06T22:54:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/\"},\"wordCount\":399,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg\",\"keywords\":[\"dosen UNS\",\"sastra arab\",\"sastra arab UNS\",\"Universitas Sebelas Maret\",\"UNS\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/\",\"name\":\"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman - Sastra Arab\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-10-25T11:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-06T22:54:33+00:00\",\"description\":\"Sastra Arab Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman Berita\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg\",\"width\":2560,\"height\":1767},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/\",\"name\":\"Arabic Literature\",\"description\":\"Universitas Sebelas Maret\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Arabic Literature Study Program\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png\",\"width\":236,\"height\":71,\"caption\":\"Arabic Literature Study Program\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab\",\"https:\/\/instagram.com\/sastraarab.uns\",\"https:\/\/www.youtube.com\/@SastraArabUNS\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb\",\"name\":\"arab\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"arab\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/arab.fib.uns.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/author\/arab\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman - Sastra Arab","description":"Sastra Arab Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman Berita","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman - Sastra Arab","og_description":"Sastra Arab Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman Berita","og_url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/","og_site_name":"Sastra Arab","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab","article_published_time":"2024-10-25T11:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-11-06T22:54:33+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1767,"url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"arab","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"arab","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/"},"author":{"name":"arab","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb"},"headline":"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman","datePublished":"2024-10-25T11:00:00+00:00","dateModified":"2024-11-06T22:54:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/"},"wordCount":399,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg","keywords":["dosen UNS","sastra arab","sastra arab UNS","Universitas Sebelas Maret","UNS"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/","name":"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman - Sastra Arab","isPartOf":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg","datePublished":"2024-10-25T11:00:00+00:00","dateModified":"2024-11-06T22:54:33+00:00","description":"Sastra Arab Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman Berita","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#primaryimage","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg","contentUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-25-at-11.19.49-1-1-scaled.jpeg","width":2560,"height":1767},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/dosen-uns-eva-farhah-pamit-tradisi-bermakna-yang-tergerus-zaman\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dosen UNS Eva Farhah: Pamit, Tradisi Bermakna yang Tergerus Zaman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#website","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/","name":"Arabic Literature","description":"Universitas Sebelas Maret","publisher":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#organization","name":"Arabic Literature Study Program","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png","contentUrl":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Arabic-Literature-1.png","width":236,"height":71,"caption":"Arabic Literature Study Program"},"image":{"@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/sastraarab","https:\/\/instagram.com\/sastraarab.uns","https:\/\/www.youtube.com\/@SastraArabUNS"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/312c6804aba140a3f7fd1f629b36abeb","name":"arab","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2b3da24ee41d07b328f9662b948c50df?s=96&d=mm&r=g","caption":"arab"},"sameAs":["http:\/\/arab.fib.uns.ac.id"],"url":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/author\/arab\/"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4197"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4201,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4197\/revisions\/4201"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arab.fib.uns.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}